by

Peduli, FKIJK Berbagi 1.000 Paket Berbuka Puasa

Redaksi7.com- Berbagai cara untuk meraih berkah dua bulan suci Ramadhan 1443 H, seperti   Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) bersama Forum Wartawan Ekonomi (FWE) NTB,  membagikan 1.000 paket lengkap menu berbuka puasa ke sejumlah panti asuhan, pondok pesantren, anak yatim piatu dan lansia, serta penyandang disabilitas di Pulau Lombok yang dilakukan secara bertahap selama bulan puasa. Rabu (13/4).

Ketua FIJK Rico Rinaldy provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan, bantuan paket berbuka puasa Ramadhan kepada santri pondok pesantren ini merupakan aksi peduli anggota FKIJK NTB yang di dalamnya ada lembaga perbankan, lembaga pembiayaan, pasar modal, hingga  pegadaian.

“Aksi sosial dalam bentuk berbagi FKIJK NTB ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat yang kurang beruntung, termasuk anak yatim dalam puasa Ramadhan ini bisa merasakan kehadiran industri keuangan,” ungkapnya,

Lebih lanjut Rico berharap dengan bantuan berbuka puasa ini, tidak hanya sampai di sini saja, namun akan ada program lanjutannya, sehingga kehadiran industri keuangan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Tentunya nanti industri keuangan bisa bersinergi dengan pondok pesantren dan pihak terkait lainnya,” harapnya.

Program peduli kepada masyarakat kurang mampu ini bisa diteruskan oleh lembaga keuangan secara mandiri, sebagai bentuk dukungan dan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, termasuk kepada pondok pesantren.

Sementara itu TGH Azhar selaku Pimpinan Pengasuh Pondok  Pesantren Nurul Hikmah Desa Langko menyampaikan terima kasih atas bantuan paket buka puasa kepada santri yang sebagian besar adalah anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu.

“80 persen yang ada di ponpes ini anak yatim, tidak hanya berasal dari NTB tapi juga dari luar NTB seperti Bali, Flores Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur. Kami gratiskan biaya mondok dan pendidikannya. In Syaa Allah, apa yang diberikan ini akan sangat bermanfaat,” pungkasnya.

Bantuan ini sangat diperlukan dan bermakna terlebih dibulan suci ini bagi santriawan dan santriwati di pondok pesantren yang dipimpinnya. Terlebih untuk kebutuhan sembako utamanya beras per hari membutuhkan sekitar 100 kilogram.

“Untuk itulah, pihaknya memberikan apresiasi atas bantuan dari FKIJK NTB karena besarnya manfaat yang diperoleh dari bantuan tersebut,”tutupnya

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.