by

PLN DAN PEMPROV LUNCURKAN ELECTRIC BOAT

Mataram, 28 Desember 2021 – Tantangan untuk mewujudkan ekosistem kendaraan listrik terbilang sangat besar. Selain memerlukan investasi yang tinggi, diperlukan riset untuk pengembangan teknologi berbasis listrik sehingga kendaraan listrik ini dapat beroperasi efisien.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam upaya pengembangan ekosistem kendaraan listrik, PLN NTB dan Pemerintah Provinsi NTB terus berkolaborasi. Setelah sebelumnya meluncurkan era kendaraan listrik di NTB pada bulan Februari 2021, kali ini PLN NTB dan Pemprov NTB kembali bersinergi dengan meluncurkan perahu listrik atau yang dikenal dengan Electric Boat (E-Boat) di Pelabuhan Senggigi (28/12).

“Ini peluang bagus PLN menangkap industrialisasi. Baguian langkah kecil yang apabila dikawal akan memberikan dampak yang besar bagi NTB di masa depan“, ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi.

Lalu Gita juga menyampaikan apresiasinya untuk PLN atas pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atas pemanfaatan green teknologi dengan berkerja sama dengan Industri Kecil Menengah (IKM) di NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB, Nuryanti beserta General Manager PLN NTB, Lasiran berkesempatan untuk mencoba E Boat buatan IKM binaan Disperin NTB mengelilingi Pantai Senggigi.

General Manager PLN UIW NTB, Lasiran menegaskan bahwa E-Boat yang hari ini diluncurkan merupakan salah satu bentuk komitmen PLN terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik, salah satunya electrifying marine. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, PLN memberikan bantuan sebesar Rp 500.615.000,- untuk membangun E-Boat ini dengan menggandeng IKM di bawah binaan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

“Ini merupakan satu lompatan besar di NTB untuk teknologi kendaraan listrik. Setelah sebelumnya berkolaborasi untuk sepeda listrik Matric, PLN kembali meluncurkan E Boat”, jelas Lasiran.

Tak hanya kendaraannya, PLN juga telah mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Sejumlah titik SPLU telah dibangun di lokasi tersebar yang dapat digunakan untuk proses charging kendaraan listrik, baik sepeda ataupun mobil listrik.

Lasiran juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan dari Pemprov NTB sehingga PLN dapat berkontribusi secara penuh terhadap pengembangan kendaraan listrik di NTB. Ke depan, Lasiran juga berharap sinergi dapat terus ditingkatkan untuk memunculkan ide ide dan inovasi yang lainnya.

Sementara itu, M. Kamil, selaku IKM yang membuat Electric Boat menjelaskan bahwa E-Boat yang diproduksi ini dilengkapi dengan 3 (tiga) fitur, yaitu smart wireless key, auto balancing/self balancing dan juga black box. Proses charging juga dapat menggunakan listrik 1 (satu) phasa dan 3 (tiga) phasa dengan daya minimal 7.700 VA.

“Penggunaan listrik lebih murah apabila dibandingkan dengan penggunaan minyak. Dengan perahu listrik ini, efisiensinya 5x lebih hemat dibanding menggunakan menggunakan minyak”, jelas Kamil.

Baterai yang dipakai berjumlah 10 box dengan masing masing box memiliki 15 cell. Rangkaian baterai total berkapasitas 96 Volt 500 AH yang dapat digubakan selama kurang lebih 2 jam di laut. Proses chargingnya juga memerlukan waktu 2 jam dengan mekanisme fast charging.

Tak hanya launching electric boat, PLN juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Disperin Provinsi NTB dengan Manager PLN UP3 Sumbawa, PLN UP3 Bima dan PLN UP3 Sumbawa terkait dengan pengembangan dan implementasi teknologi electric boat.

Teknologi E Boat ini tentunya masih perlu pengembangan untuk dapat diproduksi secara massal. Namun, dengan dukungan seluruh pihak, maka bukan tak mungkin NTB akan leading dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed