by

PLN Lakukan Metode Co-Firing Di PLTU Jeranjang

Lombok Barat-PLN Unit Induk Wilayah NTB memanfaatkan bahan bakar dari biomassa guna uji coba pembangkit listrik yang dijalankan dengan cepat tanpa perlu melakukan pembangunan pembangkit, yaitu melalui implementasi teknologi co-firing PLTU Jeranjang.

Co-firing adalah sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap fokus mengamati kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

Manager PLN UPK Lombok, Nyoman Satriyadi Rai mengatakan bahwa metode co-firing sudah umum dilakukan oleh sejumlah PLTU batubara di benua Eropa dan Amerika.

“Metode ini sudah umum dilakukan oleh banyak PLTU batubara. Dengan mengoptimalkan energi terbarukan dalam mendorong target bauran EBT di masa depan,” ujar Nyoman.

Bahan baku campuran co-firing yg saat ini dalam ujicoba adalah berasal sampah dan serbuk kayu yang dilakukan pengolahan menjadi pellet sampah maupun pellet kayu.

PLN telah menguji cobakan co-firing di PLTU Jeranjang dengan memanfaatkan pellet biomassa hasil dari metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang telah dikembangkan oleh STT PLN, PT IP dan Pemkab Klungkung.

Nyoman menjelaskan, pemakaian co-firing mulai dari 1 persen, 3 persen, hingga 5 persen. Hasilnya, dari berbagai parameter meliputi visual mixing, material pyrite, parameter operasional coal mill untuk point critical (seperti arus coal mill, bowl pressure, mill outlet temperature) serta temperatur FEGT pada co-firing batubara dan wood pellet hingga 3 persen menunjukkan hasil yang baik dan masih aman bagi coal mill.

“Metode co-firing ini selaras dengan roadmap konservasi energi untuk kegiatan penyediaan energi. Salah satunya mencakup program peningkatan efisiensi energi pada pemakaian sendiri dan co-firing.” pungkas Nyoman.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed