by

Terapakan Prokes Ketat, Kunci Kerajinan Tangan Pelepah Kelapa Desa Lelede Tembus Pasar Amerika

Lombok Barat-Ditengah pandemic Covid-19, Kerajinan Tangan di Desa Lelede Kecamatan Kediri Lombok Barat NTB ini, malah semakin berkembang, dengan mengirimkan berkotainer barang kerajinan yang menyasar pasar Amerika Serikat. Selasa (23/3)

Kerajinan yang memanfaatkan pelepah kelapa ini, memikat minat warga Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan Dekorasi unik disana.

Hal itu diungkapkan oleh Safni, selaku orang yang dipercaya mengawasi usaha ini mengatakan, usaha Kerajinan tangan ini sudah berjalan selama 11 tahun lebih, dengan menyerap tenaga kerja para ibu rumah tangga di Desa Lelede Kediri.

“Alhamdullilah sampai sekarang masih bisa berjalan kurang lebih selama 11 tahun, dengan memberdayakan Masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Tidak dipungkiri bahwa usaha kerajinan tangan ini, sempat terpukul saat awal masa pandemic covid-19, namun pemilik bersikeras untuk tetap bertahan dan tidak mengurangi karyawannya.

“Sempat sepi, bukan karena sepi permintaan, namun pada awal masa pandemic cenderung terkendala keterlambatan dalam pengiriman, saat terjadi penutupan ” pungkasnya.

Seiring dengan berjalankannya waktu, dengan dibukanya kembali pengiriman barang, maka produksi kembali dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Caranya, dengan tetap membangun kemitraan yang baik bersama costumer, serta tidak mengurangi kualitas dari hasil kerajinan tangan tersebut,” ucapnya.

Adapun produk kerajinan yang dihasilkan sebanyak 5 jenis dengan menggunakan 3 jenis bahan, diman kerajinan pelepah kelapa ini digunakan sebagai kelengkapan Dekorasi berbagai acara di Amerika Serikat.

“Pengiriman dilakukan setiap dua bulan sebanyak satu container, dimana dengan tujuan utama menyasar pasar Amarika Serikat, dan saat ini sedang berupaya untuk memasuki Pasar Eropa,” bebernya.

Terkait permintaan, tidak terjadi penurunan bahkan sampai saat ini masih kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar, hanya saja kadang terkendala dalam ketersediaan bahan baku, dimana cuaca sangat mempengaruhi.

“Terutama saat cuaca kurang mendukung, dimana saat musim penghujan dan cuaca buruk, penyedia kesulitan memenuhi ketersediaan bahan baku,” ujarnya.

Saat ini dalam memenuhi material pelepah kelapa, masih mengambil dari di Luar Daerah, karena Desa Lelede masih belum bisa memenuhi kebutuhan bahan mentah untuk kerajinan ini.

“Material berupa pelepah Kelapa, yang kita kumpulkan dari pengepul dari Lombok Utara hingga di Lombok Timur,” imbuhnya.

Menurutnya, pemilik usaha ini mempertahankan usahanya ditengah masa pandemic saat ini, karena dengan berbagai pertimbangan, dimana memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya.

“Ini dikhawatirkan mempengaruhi perkenomian Masyarakat sekitar, termasuk kelangsungan usaha penyedia bahan baku, yang telah bergantung dengan usaha ini selama 11 tahun lebih,” imbuhnya.

Safni mengaku, dukungan penuh diberikan dari Pemerintah Desa Lelede, melalui Tiga Pilarnya yang dikemas dalam Lomba kampung Sehat II dan PPKM skala Mikro.

“Perhatian ini diberikan, atas tuntutan dari costumer terkait keselamatan pekerja ditengah pandemic, seperti diketahui bahwa Amerika Serikat sangat berhati-hati dalam menerima pesanan ditengah pandemi,” jelasnya.

Selain menyediakan sarana pendukung, seperti tempat cuci tangan, pedampingan selalu dilakukan oleh tiga pilar Desa Lelede, baik dari pemerintah Desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa setempat.

“Setiap tahun selalu dilakukan inspeksi keselamatan kerja, termasuk dalam protocol  Kesehatan menjadi  prioritas utama di UD. Indonature, yang diawasi ketat juga oleh costumer,” imbuhnya.

Keterlibatan costumer dalam melakukan pengawasan keselamatan, safni mengaku bahwa costumer ingin memastikan barang yang diterima benar-benar bebas dari kontaminasi covid-19.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed