QRIS Sebagai Sistem Keuangan Yang Inklusif Untuk Seluruh Lapisan Masyarakat Di NTB

Redaksi7.com-Mataram- Bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Car Free Day (CFD), Bank Indonesia Provinsi NTB selenggarakan puncak acara Pekan QRIS Nasional, yang dihadiri oleh seluruh perbankan yang telah memiliki izin penerbitan QRIS, merchant (toko/ pemilik usaha) pemilik QRIS, serta masyarakat umum. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani, didampingi oleh jajaran pimpinan perbankan di NTB.Selasa (17/3)

Dalam sambutannya, Achris Sarwani menyampaikan bahwa alternatif pembayaran ini memiliki penggunaan yang sangat luas dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. QRIS sebagai inovasi di sistem pembayaran akan lebih meningkatkan efisiensi perekonomian, pemberdayaan UMKM, dan sistem keuangan yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat di NTB.

“Menurut data dari ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) terdapat 29 ribu merchant yang sudah terdaftar sebagai merchant QRIS di NTB, dimana Kota Mataram menjadi daerah dengan jumlah merchant terbanyak yaitu 7ribu merchant, diikuti oleh Kabupaten Lombok Timur sejumlah 6ribu merchant. Adapun sampai akhir tahun 2020, perbankan menargetkan minimal 50 ribu merchant di NTB memiliki QRIS,” ungkap  Achris Sarwani.

Sejak diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu, QRIS terus didorong menjadi salah satu alternatif pembayaran yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bank Indonesia bersama Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) baik bank maupun non bank, terus menggalakkan alternatif pembayaran menggunakan QRIS karena memang sistem yang digunakan sangat memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

“Seluruh masyarakat berhak menggunakan sarana pembayaran ini, dan seluruh masyarakat juga berhak untuk memiliki QRIS masing-masing. Hal yang harus dilakukan adalah menghubungi langsung PJSP yang dipilih untuk proses akuisisi,” lanjut Achris Sarwani.

Kegiatan PQN di CFD tersebut merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia sejak tanggal 9 Maret 2020 lalu, secara serempak di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu customer focus, merchant focus, dan diakhiri dengan puncak PQN.

“Pada rangkaian customer focus, kampanye edukasi tentang QRIS dilakukan melalui berbagai media seperti baliho, talkshow di radio, serta publikasi pada media online daerah. Hal ini untuk memberikan informasi terkait dengan apa itu QRIS, cara penggunaan dan manfaat bertransaksi menggunakan QRIS kepada masyarakat luas,”jelas Achris Sarwani.

Bank Indonesia Provinsi NTB melaksanakan kegiatan diskusi terbuka selama 4 (empat) hari. Kegiatan dimulai pada hari Selasa (10/4/2020) hingga Jumat (13/4/2020) dengan target audience terdiri dari pengurus lembaga pendidikan seperti sekolah, universitas, dan pondok pesantren, pedagang baik pedagang besar, toko, swalayan, pedagang eceran, hingga Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), pengelola tempat ibadah, serta masyarakat secara umum.

“Dengan pelaksanaan kegiatan Pekan QRIS Nasional yang telah dilakukan selama 2 minggu ini, Bank Indonesia berharap masyarakat akan lebih memahami tata cara dan manfaat penggunaan QRIS dalam bertransaksi, sehingga ke depan penggunaan transaksi non tunai menggunakan QRIS khususnya untuk transaksi retail di masyarakat akan semakin meningkat dan luas,”tutup Achris Sarwani.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!