by

Cegah Covid-19, Kapolres Lobar Kunjungi Kantor Imigrasi Mataram

-Uncategorized-64 views

Redaksi7.com-Mataram-Kapolres Lombok Barat dan sejumlah jajaran  melakukan kunjungan kerja dan koordinasi keKantor Imigrasi Kelas I Mataram di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jumat (13/3) kemarin.

Kedatangan orang nomor stau di jajaran polres lombok itu disambut langsung  oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Syarifullah, dan Kasi Status Keimigrasian Bagus,

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram  Syarifullah mengatakan kondisi terkini terkait wabah virus corona diberbagai wilayah khususnya di wilayah NTB, sampai saat ini belum ada keterangan yang pasti terkait WNA yang Positif mengidap Virus Corona.

“Beberapa pihak telah meminta Imigrasi kelas I Mataram untuk menghentikan Turis Mancananegara yang berlibur di Pulau Lombok karena dampak virus corona,” ungkapnya.

Namun pihak imigrasi menjelaskan juga bahwa destinasi wisata WNA yang datang ke NTB, pihak imigrasi tidak dapat menolak kedatangan WNA mengingat kewenangan menghentikan kunjugan WNA.

“Kapasitas dari pihak imigrasi menunggu intruksi dari Gubernur dan Dinas Kesehatan untuk melakukan penolakan terhadap WNA yang berkunjung ke Pulau Lombok,” katanya.

Untuk itu, terkait dengan keberadaan maupun kegiatan WNA,  Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram meminta agar Polres Lombok Barat dapat bersinergitas dalam penanganan WNA.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo mengaku siap mendukung kerjasama dan sinergitas antara pihak imigrasi kelas I Mataram dengan Polres Lombok Barat.

“Dalam hal ini melakukan pengawasan terhadap kegiatan maupun keberadaan WNA , khususnya di Wilayah Hukum Polres Lombok Barat,” ungkapnya.

Kapolres Lombok Barat juga mengapresiasi langkah – langkah pihak imigrasi dalam mendeteksi WNA yang berkunjung ke Pulau Lombok, yang telah maksimal seperti kedatangan WNA di Bandara.

Selain itu Kapolreslombok barat  siap bekerjasama dalam penanganan/pengawasan WNA di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.