by

TTPO, Polda NTB Bekuk Seorang Wanita Dalang Utama Pengiriman TKW Ilegal

-Uncategorized-35 views

Redaksi7.com-Mataram-Kepolisian daerah  NTB  kembali berhasil mengungkap jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kali ini, petugas berhasil menangkap seorang perempuan berinisial HW alias HN (43) asal asal Jati Sampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, awal Maret lalu.Mataram (6/3) kemarin.

Pelaku HW  ditangkap karena terlibat pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal asal Lombok, yakni SN warga Desa Jago, Kecamatan Prayakabupaten Lombok Tengah. Penangkapan HW merupakan setelah pihak kepolsian melakukan pengembangan dari kasus SA, yang lebih dulu tangkap.

Dari tangan pelaku  HW, polisi berhasil mengamankan satu bundel foto copy dokumen dari Imigrasi Mataram terkait pembuatan atau penerbitan paspor korban, satu lembar surat pernyataan dan berita acara pemberian tali asih dari pelaku ke keluarga korban, satu lembar foto copy KTP dan KK korban, serta satu bundel rekening koran milik tersangka SA.

“HW ini merupakan pelaku utama TPPO. Memberikan dana kepada para calon TKW Sekarang sudah kami amankan di Polda NTB,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto

Lebih lanjut Artanto  menjelaskan, pelaku HW tidak bekerja sendiri dalam merekrut TKW. ia memakai jasa SA untuk mencari pekerja migrant di Lombok. Hingga akhirnya, SA merekrut SN untuk dikirim ke Arab Saudi. Sebagai informasi, SN meninggal dunia di Arab Saudi dalam peristiwa kebakaran.

“Tersangka HW menyuruh SA untuk merekrut korban bekerja di luar negeri. Jika berhasil tersangka HW akan mentransfer uang Rp 12 juta untuk satu orang korban,” ungkap Artanto.

Uang tersebut digunakan untuk membiayai korban. Mulai dari pengurusan paspor hingga biaya perjalanan hingga ke Perusahaan Penyalur Pekerja Migran Indonesia (P3MI) milik tersangka HW. Yakni PT. Inti Jaffarindo di Bekasi dengan negara tujuan Asia Pasifik.

“Proses keberangkatan korban SN diberangkatkan dari Bandara Lombok sekitar Desember 2018, transit di Bandara Surabaya, kemudian diterbangkan ke negara tujuan yaitu Arab Saudi,” bebernya.

Atas  perbuatannya, pelaku HW dijerat dengan Pasal 10 atau Pasal 11 Jo Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 81 Jo Pasal 86 UU RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (red)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.