by

Ketahuan Mencuri, Fahmi Residivis pelaku Curanmor Tusuk Mulut Pembantu Rumah Tangga Dengan Pisau

-Uncategorized-42 views

Redaksi7.com-Mataram—Tim Opsnal Polsek Mataram berhasil menangkap seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Pelaku Fahmi (32 tahun) warga Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, setelah beraksi melakukan pencurian di Jalan Tunjung nomor 11 Monjok Baru Timur, Kelurahan Monjok Timur Kecamatan Selaparang.Selasa (3/3)

‘’ Dia beraksi hari sabtu (29 Februari) pagi. Kita tangkap hari minggu (1 Maret) dini hari sekitar pukul 00.30 wita,’’ ungkap Kapolsek Mataram, AKP Rafles Girsang

Pelaku Fahmi diketahui residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku sudah mempersiapkan aksinya dengan matang sebelum beraksi di Monjok Timur. Yaitu menginap di salah satu musola di dekat rumah korban. Fahmi menginap tiga hari di tempat itu.

‘’ Saat korban keluar rumah. Pelaku masuk ke rumah korban dengan melempati pagar depan rumah korban,’’ bebernya.

Namun aksinya kali ini terbilang apes, saat mengambil l mengambil uang Rp 80 ribu. Aksi Fahmi diketahui oleh pembantu yang bekerja di rumah korban. Ia langsung panik dan menempelkan pisau di dekat mulut korban. Karena korban berteriak. Pelaku menusuk mulut korban. Setelah itu langsung kabur dari rumah korban.

‘’ Korban juga langsung berteriak sehingga pelaku ini langsung menusuk mulut korban dengan pisau hingga mengalami luka cukup parah. Ada 8 jahitan,’’ kata Rafles.

Berkat  rekaman CCTV dan pengakuan korban  Petugas tak butuh lama,  Pelaku berhasil  ditangkap petugas. Setelah berkoordinasi dengan Polresta Mataram. Satu bulan lalu terjadi kasus pencurian di rumah Kepala Badan Pengawas Keuangan (BPK) perwakilan NTB. Saat itu, Kepala BPK kehilangan arloji dan laptop. Hasil koordinasi petugas, Fahmi diduga kuat sebagai pelakunya.

‘’ Setelah kita kembangkan. Dia residivis kasus curanmor dan pengguna narkoba,’’ tuturnya.

Ancaman lebih berat kini menanti pelaku Fahmi. Karena barang bukti arloji dan laptop sudah diserahkan ke Polresta Mataram.

‘’ Kita juga akan serahkan dia ke Polresta Mataram untuk penanganan kasus lainnya,’’ katanya.

Saat  diintrogasi petugas pelaku Fahmi mengakui perbuatannya. Ia mengaku khilaf dan panik dan memutuskan melukai mulut korban. Ia nekat menusuk mulut korban karena takut dengan teriakan korban. Bisa memancing kedatangan masa dan mengeroyoknya.

‘’ Saya takut ketahuan masa. Saya mencuri itu cuma butuhnya untuk makan bukan yang lain,’’ ungkap pelaku.

Akibat perbuatannya ini, pelaku terancam dijerat pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.