by

Polres Lobar Berhasil Ungkap  Eksploitasi 2 Anak Dibawah Umur

-Uncategorized-39 views

Redaksi7.com-Lombok Barat- kepolisian resort lombok barat berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak dibawah umur dan berhasil mengamankan sepasang suami istri dan salah seorang asistennya di salah satu perumahan di kecamatan batulayar kabupaten lombok barat, Senin (2/3)

Kasat Reskrim AKP Dhafid Shiddq didampingi Devisi hukum LPA NTB Joko Jumadi,  dan dan dari Dinas Sosial Lombok barat  menjelaskan kronologis pengungkapan kasus eksploitasi anak bermula saat salah satu korban melarikan diri dari tempat penampungan di BTN di Ayodya pada hari Sabtu tanggal 15 Februari 2020

“ Yang bersangkutan ditemukan oleh security dan diantar ke Polsek Senggigi untuk melaporkan atas eksploitasi anak yang dialaminya,” ungkap Dhafid

Berdasarkan laporan tersebut Polres Lombok Barat langsung melakukan pengembangan mendatangi tempat BTN tersebut dan mengamankan dua orang anak lagi serta tiga orang terduga tersangka.

“Jadi awalnya tiga orang korban diamankan, karena tidak termasuk dibawah umur, satu orang dipulangkan sedangkan dua orang masih dibawah umur,” katanya.

Dua orang korban dibawah umur ini ternyata berstatus kakak adik berinisial NI dan NA kedua anak  diduga menjadi korban eksploitasi anak langsung diamankan dan memberikan pelayanan terhadap anak tersebut yaitu ditempatkan di tempat khusus dan masih dalam perlindungan Polisi.

“Semua anak tersebut berasal dari Cianjur, diberangkatkan dari Cianjur menuju Bandara Soekarno Hatta kemudian diberangkatkan ke Bali dengan menggunakan pesawat,” jelasnya.

Anak dibawah umur ini rencana akan dipekerjakan sebagai pelayan restoran seperti yang dijanjikan sebelumnya, namun kenyataannya pada waktu di Bali malah dipekerjakan sebagai Guest Sevice.

“Dari pengakuan korban, mereka tidak pernah menerima gaji selanjutnya langsung diberangkatkan ke Lombok,” imbuhnya.

Tiba di Lombok, anak-anak ini diinapkan dua hari di salah satu hotel di Mataram, kemudian dipekerjakan di salah satu cafe atau pub di Senggigi selama Lima hari selanjutnya Korban mulai ditempatkan di showroom cafe dan pub tersebut, namun karena kondisi cafe masih sepi sehingga belum sempat untuk melayani pelanggan.

“Motif pelaku yaitu dengan cara memalsukan identitas anak-anak ini yaitu dengan memalsukan Surat Keterangan,” tandasnya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan berupa akte kelahiran, juga termasuk surat keterangan yang dipalsukan oleh pelaku sementara tiga orang pelaku berinisial S, A dan F kini mendekan di Sel Tahanan Polres Lombok Barat.

“Polres Lombok barat telah melakukan penahanan terhadap Ketiga pelaku yakni A dan F dan S yang disangkakan dengan Undang-undang perlindungan anak,” imbuhnya.

Sedangkan Peran masing-masing pelaku dalam kasus ini, A dan F yang sama-sama berasal dari cianjur sebagai perekrut, merubah surat keterangan dimana yang bersangkutan seharusnya berumur 16 tahun, diubah menjadi 19 tahun, sedangkan S merupakan “mami” salah satu cafe dan pub di Senggigi,.

Devisi hukum LPA NTB Joko Jumadi memberikan apresiasi terhadpa kinerja polres lombok barat yang mampu mengungkap kasus tersebut, dan  menduga eksploitasi anak dibawah umur di wilayah senggigi cukup banyak.

“Kami dari LPA NTB mengapresiasi kinerja kepolisan dari polres lombok barat, yang ckukup sigap dalam mengungkap kasus tersebut, dan kami juga menduga banyak anak dibawah umur diperkerjan dengan identitas mereka di palsukan,” ungkap Joko

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.