by

Dipicu Dendam, Abdurrahman Tewas Dianiaya Ipar

-Uncategorized-47 views

Redaksi7.com-Lombok Barat- Pasca penganiyaan yang berujung maut di dusun lango desa babsusalam kecamatan egrung kabupaten Lombok barat, Polres Lombok Barat langsung menetapkan seorang pelaku  penganiayaan tersangka, Kamis (20/2)

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK. dalam keterangan persnya mengatakan bahwa dari kejadian tersebut penyidik Polres Lombok Barat telah menetapkan satu orang tersangka berinisal M umur 48 tahun, alamat dari dusun karang langko desa babussalam.

“Terhadap tersangka telah dilakukan penahanan dan saat ini telah ditahan di Rutan Polres Lombok Barat,” ungkapnya.

Motif pelaku berdasarkan dari keterangan saksi maupun keterangan tersangka, adalah karena didasari dendam yang sudah ada pada beberapa tahun ini.

“Sesaat sebelum kejadian ini, tersangka memperoleh informasi bahwa anaknya mendapatkan tindakan penganiayaan, sehingga tersangka mendatangi korban,” terangnya.

Ketika bertemu korban di Tempat kejadian Perkara  maka terjadilah tindakan penganiayaan tersebut sehingga korban meninggal dunia.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yaitu parang yang digunakan menganiaya korban, jaket tersangka yang masih berlumuran darah korban, serta pakaian yang dikenakan oleh korban.

Setelah kejadian tersebut, Polres Lobar sempat mengamankan beberapa orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan hasil dari pendalaman tentang peran dan posisi masing-masing orang yang telah diamankan, sehingga Polres Lobar menyimpulkan yang menjadi tersangka dalam kejadian atau tindak pidana ini menetapkan satu orang tersangka berinisial M.

“Adapun permasalahan yang menyebabkan tersangka dendam dengan korban berawal dari permasalahan kecil atau selisih paham,” imbuhnya.

Menurut Kapolres permasalahan ini sebenarnya merupan permasalahan yang biasa terjadi, hanya saja karena emosi dan permasalahn ini sebelumnya sudah beberapa kali diselesaikan di Aparat desa setempat.

“Karena sering kali berulang, dan ditambah tersangka yang emosi pada saat itu maka terjadilah tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi yang telah dilakukan, tersangka dijerat dengan pasal 340 jo 351 ayat (3) KUHP yang ancaman hukumannya bisa mencapai hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sementara itu tersangka M mengaku bahwa ada hubungan keluarga dengan korban yaitu hubungan ipar.

M juga mengatakan bahwa dirinya melakukan tindak pidana penganiayaan itu karena membela diri, karena sejak dahulu tersangka sering diserang.

“Permasalahan sudah pernah diselesaiakan, namun rumahnya sering dilempar dan pernah didatangi oleh 8 orang,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.