Pemkab Lombok Utara Bersama BI Lauching Gili E-Xciting

Redaksi7.com-Lombok Utara-Pemerintah Kabaupaten Lombok Utara bersama Bank Indonesia melaunching Gili E-Xciting (Electronic Transaction Transportation Ticketing System). Gili E-Xciting sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam rangka peningkatan kenyamanan dan keamanan pembayaran jasa penyebarangan bagi wisatawan sekaligus optimalisasi penerimaan daerah di Pelabuhan Bangsal secara non tunai melalui QRIS. Dengan diimplementasikannya Gili E-Xciting, pembayaran tiket penyeberangan 3 Gili dilakukan secara non tunai menggunakan QRIS di pelabuhan Bangsal.

sebelumnya Bank Indonesia telah meluncurkan standar Quick Response (QR) Code atau QRIS untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke–74 Kemerdekaan RI, pada 17 Agustus 2019 di Jakarta. Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu.

Implementasi pembayaran non tunai ini merupakan kerja sama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. NTB dengan Pemerintah KLU, Bank NTB Syariah, Telkom, serta pelaku usaha dalam hal ini pengelola penyeberangan 3 Gili di pelabuhan Bangsal yang dinaungi oleh Koperasi Karya Bahari .Sebelumnya transaksi non tunai juga telah diimplementasikan di kawasan wisata Air Terjun Sendang Gile dan Kertagangga.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Utara  Dr H. Najmul Akhyar menyampaikan dukungannya atas implementasi pembayaran secara non tunai untuk transportasi umum di daerahnya. Lebih lanjut, Najmul mengatakan bahwa, transaksi non tunai ini merupakan wujud dari peningkatan pelayanan bagi wisatawan yang datang ke 3 Gili.

“saya pernah berbicara dengan wisatawan asing mengenai objek pariwisata 3 Gili, menurut mereka dari sisi keindahan sudah sangat bagus, namun dari sistem pelayanan masih perlu ditingkatkan lagi. Maka transaksi non tunai ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan yang prima di sektor pariwisata kita” ungkap Bupati KLU tersebut.

Senada dengan Bupati KLU, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mengungkapkan bahwa implementasi transaksi non tunai melalui QRIS memberikan kemudahan bagi konsumen sehingga mewujudkan transportasi publik yang lebih nyaman bagi wisatawan. Selain itu implementasi layanan pembayaran tiket non tunai ini merupakan upaya untuk mendukung sektor pariwisata di NTB

“Sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Kedepan, kami mengharapkan peningkatan transaksi non tunai dapat diimplementasikan di berbagai sektor, baik dari sisi pemerintah maupun dari masyarakat, karena seiring perkembangan teknologi, transaksi non tunai akan menjadi kebutuhan”  pungkas Achris.

Untuk terus meningkatkan layanan bagi pariwisata 3 Gili agar selevel dengan destinasi wisata kelas dunia lainnya seiring dengan implementasi transaksi non tunai, Syahbandar Pelabuhan Bangsal juga bertekad meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di pelabuhan Bangsal. Beberapa hal yang akan menjadi sasaran peningkatan ke depan seperti fasilitas perpakiran, fasilitas bagi pedagang umkm, serta kualitas layanan moda lanjutan (sewa mobil/taxi) yg terintegrasi di area layanan Bangsal. Selain itu, untuk mempermudah pelaku usaha juga akan dibuat fasilitas layanan perizinan kesyahbandaram terpadu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *