ACT MRI NTB, 50 Orang Penyintas Asal Bima Disambut Bupati Bima

Redaksi7.com-Bima-Ahad 6 Oktober 2019 sejumlah penyintas tragedy kemanusiaan di Wamena Papua asal Bima Nusa Tenggara barat telah mendarat di bandara sultan muhammad salahuddin Bima pukul 14.40 WITA. Setelah sehari sebelumnya 8 orang asal Lombok timur dan Lombok tengah tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok tengh. Penyintas asal Bima yang berjumlah 50 orang ini di sambut langsung oleh Bupati Bima Ibu HJ. Dinda damayanti putri bersama Kepala dinas sosial kabupaten Bima dan perwakilan dari Aksi Cepat Tanggap NTB yang diwakili oleh relawan MRI ACT Bima Raya.

“Sesampai di bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, para penyintas tragedy kemanusiaan Wamena langsung mendapatkan pelayanan medis dan melakukan cek malaria karena sebagai mana kita ketahui papua adalah daerah endemik malaria,”kepala cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian,

Sebagian besar penyintas berprofesi sebagai tenaga kontrak Pemerintah daerah dan pengusaha. Mereka masih trauma dengan kejadian yang terjadi di Wamena papua beberapa pekan terakhir ini. Hanya pakaian yang melekat di badan yang tertinggal, hampir seluruh harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun di sana hilang dan tidak bersisa.


“Perjalanan pulang para penyintas dari Bandara menuju ke rumah keluarga di kampung-nya masing-masing difasilitasi oleh MRI – ACT Bima raya yang berkolaborasi dengan pemkab Bima dan dinas Sosial yang merupakan leading sector dari upaya pengembalian warga NTB dari lokasi tragedy kemanusiaan di Wamena Papua. Tak kurang dari 16 Mobil yang disiapkan siang itu untuk mengangkut para penyintas,” ucap Lalu Muhammad Alfian,

Secara khusus mereka menyampaikan pemintaan langsung kepada Bupati Bima Ibu Hj.Damayanti putri agar sekiranya mereka di berikan kemudahan dalam pengurusan data diri di Dukcapil. Kemudahan untuk anak-anak mereka di terima di sekolah terdekat dan lapangan pekerjaan baru bagi mereka untuk menjalani hidup setelah tragedy yang mereka alami.

“saat ini ACT sedang concern pada isu pemulangan warga pendatang yang tidak berani kembali ke Wamena menuju daerah asal. ACT saat ini sedang menggalang kepedulian saudara sesama Indonesia untuk membantu biaya kepulangan penyintas tragedy kemanusiaan Wamena dengan berkolaborasi bersama Pemerintah daerah asal penyintas. Di NTB sendiri, kami siap mengantar para penyintas dari bandara hingga sampai di rumah-nya masing-masing,”jelas Lalu Muhammad Alfian, kepala cabang ACT NTB

Senin 7 Oktober ini juga akan di pulangkan kloter ke-5 sebanyak 25 orang dari wamena papua menuju bandara sultan Muhammad Salahuddin Bima. jadi total jumlah penyitas yang sudah di pulang berjumlah 83 orang dari 139 orang warga NTB yang terdata di lokasi pengungsian di Distrik Sentani Jayapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *